21
Okt
09

Menjalani Kehidupan dengan sebuah “Kemauan”

Kadang kita  ini menjalani hidup ini selalu dengan banyak sekali dilema, keluh kesah, gembira, sengsara, bahagia dan lain-lainnya………dan juga dengan banyak sekali permintaan dan segala macam tuntutan yang kadang kita sendiri bingung untuk yang mana yang mesti didahulukan ???

Tapi itu semua wajar karena begitu kita lahir di dunia ini sudah di berikan beban tanpa kita sadari, dan sampai ujung kehidupan kita tidak akan bisa lepas dari beban tersebut karena ini merupakan pisau bermata dua, tergantung bagaimana kita menggunakannya dan selama didunia ini semua bersifat ganda karena hanya Sang Pencipta yang mempunyai sifat esa(satu). Dan saya menyebutnya beban karena kebanyakan kita selalu menganggapnya beban, walaupun sebenarnya itu adalah sebuah karya yang indah walaupun kadang keindahan juga membuat kita menjadi lupa bahwa keindahan juga bisa membuat  keburukan bila tidak ada kontrol diri yaitu kesadaran akan diri….. Ada banyak  orang didunia ini yang merasa dirinya gagal atau terus menerus gagal, ada juga yang berhasil dan sukses … tetapi dimana standar kesuksesan seseorang itu dinilai ? itu yang masih sulit dijawab, karena dibalik kesuksesan seseorang pasti ada permasalahan didalamnya, begitu pula di balik kegagalan seseorang juga pasti ada pelajaran yang bisa diambil, karena pengalaman itu bukan hanya sebuah cerita tentang kesuksesan tetapi lebih banyak pada banyaknya kesalahan atau kegagalan yang dijadikan sebuah pelajaran sebagai proses pembelajaran untuk kita lebih menemukan formula yang tepat untuk diri kita agar mencapai dan menemukan pintu keberhasilan dan ini tidak bisa dipaksakan secara cepat atau dipercepat, karena ini adalah sebuah ” proses ” yang harus dilalui dengan sebuah tekad dan keyakinan untuk mencapainya.

Kadang kita terbentur dengan kata “tidak bisa”……padahal bukan ini masalahnya, karena dengan kata tersebut seakan kita menyalahkan atau mencari kambing hitam atas apa yang terjadi pada kita dan ini bukanlah jalan atau support yang baik. Karena manusia makhluk yang sempurna, artinya banyak yang  bisa dilakukan, tinggal kita berbicara masalah “kemauan” saja, karena ini adalah kembali pada diri kita sendiri tanpa harus mengandalkan orang lain, situasi, kondisi atau apapun itu….. seandainya, kita dalam mengarungi lautan kehidupan ini selalu mengembalikan semuanya pada diri kita, mungkin bisa meminimalisasi adanya saling menyalahkan, atau adanya ketidakharmonisan dalam kehidupan ini.

Dari sebuah kemauan inilah banyak hal bisa terjadi dan dapat dilakukan, yang penting dan perlu dijaga adalah berpatokan pada Pencapaian Kesadaran diri … untuk menciptakan sebuah Keharmonisan dan Keserasian……

25
Jun
09

Seumur Hidup Mengejar Pahala

Memang ini kan yang di kejar……………???  karena berharap masuk sorga, bisa di lihat orang banyak, biar dianggap, atau ada kepentingan terselubung lainnya…

Tapi tanpa disadari bahwa semakin kita mengumpulkan pahala, semakin kita mengejarnya…semakin kita justru malah masuk neraka, bahkan justru kadang kita malah neraka kita anggap sebagai sorga……

Ajaran agama harusnya membuat kita semakin lebih berkembang dalam hal berpikir, bukan justru malah membelenggu kita dalam berpola pikir, karena suatu ajaran itu sifatnya “netral” sebagai fungsi penyaring, penyeimbang bukan malah diposisikan sebagai bahan pembenaran untuk menguatkan posisi kepentingan. Karena posisi ajaran agama adalah posisi “hati”, yang notabene adalah wahyu dari Sang Maha Adil untuk memberikan ketukan dalam qalbu setiap insan yang fungsinya sebagai rambu dalam kehidupan yang bersifat “Universal”…..jadi sebuah wahyu tidak bisa di klaim sebagai kepemilikan atas satu kelompok, kaum atau golongan tertentu saja ……

Sudah ribuan tahun berlalu…kita selalu memposisikan wahyu Tuhan di posisi yang bukan posisinya sehingga akhirnya seolah tidak sesuai fungsinya, dan pada akhirnya kita tidak bisa menyerap pesan suci Tuhan(wahyu ) tersebut secara bijaksana…semua orang berlomba-lomba mengisi pundi2nya sendiri yang dirasa kosong tanpa melihat memperhatikan “hukum alam” yang seharusnya berjalan “selaras, serasi dan seimbang”…….

Pahala adalah sebuah bukti…tetapi yang sering terlupakan adalah bukti tercipta melalui sebuah “proses” yang saling terkait dan tidak terpisahkan, jadi pilihannya adalah kita sebagai manusia mau hanya melihat “bukti” atau “proses”. Hukum alam yang terjadi dari awal sampai akhir dunia adalah merupakan sebuah “Proses”, kehidupan manusia dari lahir sampai mati juga sebuah proses, jadi bukti bukanlah faktor utama sebuah “penilaian” karena akan terjadi standard ganda dalam hal “nilai” yang terkandung dalam perjalanan tersebut.

“Pahala” selama ini dianggap sebagai barang yang sangat berharga padahal pahala tidak bisa dilepaskan dari ” Ikhlas”, karena tanpa ini tidak akan tercipta pahala justru dosa yag bisa tercipta…….dan “ikhlas” itu sendiri merupakan suatu bentuk “kesadaran jiwa” bahwa perjalanan adalah bentuk dikarenakan suatu “sebab”, sedangkan “akibat” merupakan hasil dari sebuah proses perjalanan dari “sebab” itu sendiri…disinilah yang membutuhkan penglihatan sesuatu yang tidak terlihat (tersirat) yang berarti kita sudah mulai harus jeli dan teliti bahwasannya kadangkala “apa yang terlihat bukanlah sesuatu yang sebenarnya terjadi seperti kelihatannya”, begitupun yang kita dengar, kita rasa, kita kecap, dll.

Manusia yang seumur hidupnya hanya mengejar dan mengumpulkan pahala justru seperti pedagang…yang berbicara untuk rugi pada Tuhan, jadi seandainya Tuhan tidak memberikan keuntungan yang pasti, maka Tuhanpun dianggap tidak berguna ………… dan pahala yang sebenarnya adalah di “Kedalaman Jiwa” kita, sehingga kalo kita jauh-jauh mencari pahala di luar diri maka justru bukan pahala yang kita temui malah mungkin sudah pintu gerbang neraka yang terbuka untuk kita…

Di dalam diri mencari Diri, tuk menggapai cinta Ilahi

Andai setiap hari adalah Fitri, tiada nafsu mengusai Diri…..

06
Mei
09

Sebuah baju bernama … Agama

Bila kita melihat hutan dari atas……..maka kita hanya bisa melihat bahwa semuanya serba hijau, tapi bila kita melihatnya dari samping maka kita bisa melihat bahwa banyak berbagai macam pepohonan ternyata disana, tapi kalau kita betul-betul menelusurinya dan memasukinya, maka kita akan terperanjat dan mungkin kita akan terkagum-kagum sekaligus bingung, karena ternyata pemandangan dari atas, samping semuanya berbeda…itulah permainan panca indera dan akal………..

Sama halnya kasus serupa dengan agama, begitu banyaknya agama, sampai-sampai memusingkan antar umatnya sendiri, padahal yang menurunkan satu, yaitu Tuhan, entah yang dinamakan samawi ataupun diluar itu. Dan yang lebih lucu di Indonesia ini……..bahwasannya agama itu cuma ada di Indonesia, tidak ada di negara lainnya, karena kalo di negara lain sebutannya beda-beda, ada yang menyebut religi, din. dsb. tapi sebetulnya prinsipnya sama saja. Yang berbeda adalah bagaimana setiap individu yang setelah itu menjadi sebuah kelompok dan akhirnya menjadi kaum dan setelah itu mereka mengklaim bahwa “keyakinannyalah ” yang paling benar………… Disinilah bahwa sebetulnya sudah terlihat bahwasannya kita kebanyakan melihat sesuatu itu hanya dari atas atau samping paling jauh, tanpa kita mau memahami bagaimana melihat sesuatu dari kaca mata Sang Pencipta, karena kadang Tuhanpun di akui hanya milik dirinya sendiri atau kaumnya saja…yang akhirnya seolah-olah Tuhan itu ada banyak (lebih dari 1) ……kadang saya melihat ini sebagai hal yang menggelikan …..

Pada akhirnya pada suatu titik, kita tidak bisa membedakan antara kita ini sebagai “orang islam, kristen, hindhu, budha atau orang ‘beragama islam, kristen, hindhu, budha”…..karena inipun dianggap sama. Sebetulnya dari jaman dahulu, sejak sebuah ajaran kehidupan yang akhirnya dijadikan dan disebut sebagai keyakinan dan agama ini ada, sudah ada terjadi perang kepentingan dalam intern kaum masing-masing pemegang keyakinan tersebut, sebelum akhirnya perang kepentingan itu menjadi antar pemeluk keyakinan lain…

Yang kurang disadari adalah bahwa sebagai makhluk yang paling sempurna adalah kita tidak menyadari kesempurnaan kita, kita tidak menyadari bahwa semua Panca indera adalah Pintu Nafsu dan Akal adalah Pintu Ego, kita tidak menyadari bahwa dalam melihat sesuatu ada khasanah Makna dan Arti (lahir batin), dan kita tidak menyadari bahwa sebagai mahkluk, kita punya sifat ganda…

Dalam islam ada 3 baitullah, dalam nasrani ada Trinitas, hindhu ada Trimurti dan budha ada Tridharma……….kok semua ada 3 yaa…?

bagaimana dalam islam mengenal 4 nafsu inti, nasrani menggambarkan itu dengan salibnya, sedangkan orang jawa menggambarkan itu dengan sedulur papat kelimo pancer yang akhirnya itu menjadi perhitungan neptu hari sedangkan dalam hindu budha digambarkan dengan adanya shiwa wisnu yang menggambarkan sifat kebaikan dan kejahatan. Dengan melihat dan memahami hal ini bukankah seharusnya kita lebih bijak dalam menyikapinya, tentunya dalam bertingkah laku akan selalu dalam kerangka “Sadar dan Sabar”, karena adanya Sang maha Pencipta adalah karena 2 faktor itu…

Sekarang tinggal bagaimana kita introspeksi diri dan evaluasi, mau melihat hidup dan kehidupan ini dari sisi mana ?

24
Mar
09

Berselingkuh dengan Tuhan…

Seperti lancang kalo melihat judulnya yaaa……..

Coba kita renungkan dan heningkan…..bagaimana selama ini kita menjalani hidup dan kehidupan, beribadah, dll………..

Selama ini konotasi selingkuh adalah sesuatu yang bersifat buruk dan merusak ?!?!…cobalah ulas lagi perjalanan kita sehari-hari, bagaimana kita selalu entah sadar atau tidak,  selalu “merasa” bahwa kita hanya menjadi hamba Tuhan walaupun seharusnya segala aturan majikan harus dilaksanakan, padahal banyak juga bolong-bolongnya…..padahal kalo ada pilihan, anda mau menjadi HambaNya atau KekasihNya ?…

Sebuah pilihan yang tidak pernah anda tawarkan pada diri anda sendiri…karena selama ini anda selalu di belenggu oleh sebuah Dogma yang kaku yang berasal dari “Akal pikiran dan Panca indera” anda yang menjadi sebuah angan-angan yang membiarkan anda terus-terusan bermimpi dan ketika anda sadar dari mimpi, ternyata tidak ada hasil apa-apa……..Padahal Tuhan sudah menawarkan bagaimana manusia sebagai tajaliNya (perwujudan) yang paling sempurna, harus bisa dan mau membina hubungan khusus dan spesial denganNya alias ( perniagaan) berdagang atau saling memberi dan menerima…pertanyaannya adalah ” pernahkan anda mencobanya atau anda sudah merasa telah menjalaninya sekarang ?” …

Setiap hubungan pasti membuahkan hasil …seperti kita dulu pacaran dan akhirnya menikah yang membuahkan hasil yaitu ‘anak’ , kalo anda menjalani hubungan khusus dengan Tuhan juga akan menghasilkan sesuatu yang tentu lebih nikmat dari apapun itu yang ada di dunia ini…..selama ini anda tanpa sadar sudah terbelenggu angan-angan duniawi dan membatasi diri untuk berhubungan dengan Tuhan dan kadang kenikmatan dunia seringkali menipu anda, misal dalam beribadah anda selalu hitung-hitungan, hanya untuk menutupi kesalahan atau keburukan, hanya untuk kepentingan sendiri dalam mengejar harta, tahta dan wanita……semuanya berani anda lakukan bahkan ada yang mencari dan mempunyai WIL artinya berselingkuh, kaan ???   Sekarang seandainya di tawarkan, ” maukah anda berselingkuh dengan Tuhan ? “…………….bahkan seorang pemuka agamapun belum tentu mau …

Biasanya dalam kejadian perselingkuhan pasti menyimpan sebuah rasa takut, rasa bersalah, rasa cinta, rasa amarah dan bermacam-macam rasa lainnya, tetapi semua itu adalah kehendak dari permainan angan-angan jasad yang ujungnya adalah ” dosa ” sedangkan perselingkuhan dengan Tuhan sama juga, akan melibatan berbagai macam rasa tetapi lebih kepada di karenakan tidak ingin mengecewakan sesuatu yang kita cintai yang dibalut oleh angan-angan yang terpancar dari kehendak Ilahi … sebuah hubungan perselingkuhan yang tiada seorangpun yang tahu, karena bisa juga menimbulkan kecemburuan, kemarahan, fitnah, dll. Bagaimana kehadiranNya selalu mengisi hidup kita setiap saat, mendampingi setiap saat dan selalu perasaan rindu dan bayanganNya selalu tak ingin di lepaskan…

Kita selalu mau berselingkuh dengan yang lain di dunia ini…tetapi kenapa tidak ada yang mau berselingkuh denganKu, adakah yang lebih Indah dan menawan selain Aku…???

Adakah yang lebih Setia dan lebih baik dari Aku ???

Adakah yang lebih Menarik dan Terjamin dari Aku ???

Adakah yang lebih Kaya dan Megah dari Aku ???

Adakah yang lebih, selain DiriKu ???

Adakah Selain Aku………………………………

05
Mar
09

Sebuah Kenyataan…

Menyikapi sebuah kenyataan kadang memang menjadi sebuah permasalahan, karena kadang kita hanya senang melihat tampilan saja, tanpa mau menganalisa, mengkritisi dan memahami lebih jauh……karena kita selalu berpatokan pada hal-hal yang harus selalu menguntungkan, bila ternyata rugi kita selalu merasa kehilangan sesuatu padahal…..rugipun kita tetap mendapatkan sesuatu yang malah mungkin lebih berharga…

Cuma, kita terbiasa melihat hal-hal indah sehingga begitu melihat sesuatu yang kurang maka kita akan mengacuhkannya, mencibirinya, melupakannya dan tidak pernah ada penilaian yang masuk untuk hal tersebut. Padahal sesuatu yang kurang pasti bisa bertambah, sedangkan sesuatu yang lebih justru akan terjadi stagnasi. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai banyak sekali peristiwa-peristiwa mulai hal yang terlihat sepele sampai yang levelnya sangat serius, dan kebanyakan dari kita hanya yang seriuslah yang dianggap harus diprioritakan terlebih dahulu, sedangkan yang biasa dianggap sepele. Tetapi dalam kenyataan yang lain diperlihatkan juga  bahwa dari hal sepele itulah akan timbul sesuatu yang besar mungkin tidak sekarang tetapi itu sesuatu yang sangat mungkin terjadi dan sering dialami ………

bersambung dulu ya……

24
Feb
09

Islam ……sebuah Kesempurnaan …

Sebagai sebuah ajaran terakhir yang diwahyukan kepada Muhammad SAW Al Mustafa…yang memuat tentang sebuah ajaran hidup dan kehidupan yang begitu sempurna dalam konteks “selamat”, keselamatan, penyelamatan, menyelamatkan……..sehingga akan mendapatkan tujuan akhir yaitu; “selamat”…

Konteks islam sebagai ajaran dan konteks islam sebagai agama atau keyakinan juga membuat perbedaan semakin rumit saja, ajaran hanyalah sebuah ajaran yang kebanyakan hanya teori dan dimulut saja, dalam masalah perilaku, moral, mental masih terbelenggu pada Panca Indera yang notabene adalah Pintu Nafsu dan Akal yang notabene adalah Pintu Ego…Sunnah Rasul yang di pakai yang terasa ringan dan enak saja, artinya bisa dipilih…padahal begitu beratnya rasulullah menegakkan ajaran islam tersebut, tanpa sadar sekarang islam di giring ke arah yang justru bukan “keselamatan” dan malah menuju “kerusakan”…

Banyak sebetulnya sabda Rasulullah yang bila kita memahami maknanya maka akan membawa keselamatan, walaupun memerlukan pemikiran yang arif……

“Manusia rahasiaKu, Aku Rahasianya”

“Yang Tahu Dirinya Yang Tahu Tuhannya”

“Tidaklah sekali-sekali sholatmu, puasamu, dzakatmu, perbuatan2 baikmu dapat menyelamatkanmu dari api neraka, karena kunci sorga adalah hanya dengan RidhoNya….

Islam adalah sebuah kedalaman Jiwa, sebuah perjalanan suci, sebuah kedamaian abadi, sebuah perjalanan yang membuat kita bisa berjalan bersamaNya….

Tetapi sebuah pemandangan yang sangat bertolak belakang bahwa kebanyakan penganut ajaran islam justru entah sengaja atau tidak justru malah membuat islam terlihat sebagai momok yang menakutkan bahkan untuk penganut ajaran islam sendiri…..inilah karena salah satunya penyebabnya adalah Islam hanya di pandang sebagai ” baju ” atau agama bukan sebagai sebuah ajaran kehidupan yang akhirnya harus di yakini sebagai jalannya jiwa bukan hanya raga…..tetapi inilah sebuah kenyataan yang terjadi di depan mata kita semua, bahwa saat ini islam hanya dijadikan sebuah komoditi perdagangan … yang penting bisa menunjang kepentingan dan menguntungkan…..” sebuah kesempurnaan ” adalah ketidak adanya kecacatan, sebagai orang yang menyebut dirinya yang selamat kok masih bertingkah laku nggak selamat ini kan menggelikan, yang saya takutkan bahwa adanya pihak-pihak yang ingin merusak islam dari dalam karena melihat sulitnya menghancurkan islam dari luar…

Di butuhkan ke ikhlasan dan ke sadaran tinggi untuk menjadi orang” islam”…bukan hanya syahadat, sholat, dzikir, puasa, dzakat, infaq, haji, dll sehingga orang itu di sebut islam, tetapi yang layak menyebutnya sebagai orang islam adalah Allah SWT…..bukan sesama manusia yang masih sama-sama berharap untuk mendapatkan RidhoNya, jadi alangkah baiknya bila kita belum menjalankan islam sesuai dengan KodratNya, tidak usah terlalu over acting gitulaaah, karena nantinya malah jadi nggak keruan dan jadi kayak dagelan …

Memang dibutuhkan kejernihan hati untuk menyikapi segala masukan dan introspeksi diri dan saya kira kata” Alhamdulillaahhirobbill’alamiin “adalah sebuah kebijaksanaan islam yang tiada taranya…

13
Feb
09

Penyakit Berbahaya bernama…..”Merasa”

Kadang semakin hari semakin hilang kesadaran…….karena penyakit ini…

Inilah awal dari sebuah kehancuran yang di buat secara sengaja ataupun tidak sengaja oleh sebuah makhluk sempurna yang bernama Manusia, sebuah kesempurnaan yang tidak bisa menyadari kesempurnaannya, akankah ada kejayaan tanpa hati ? adakah kekuatan tanpa tau diri ? adakah kebijaksanaan tanpa memahami budi ?

Setiap hari berganti, setiap masa terjadi….. selalu yang seharusnya lebih baik, lebih sempurna justru malah sebaliknya, tidak pernah terjadi keharmonisan dan selalu terlanggar sebuah prinsip keseimbangan, manusia sebagai makhluk pintar selalu “merasa” paling berhak, paling kuasa, paling hebat, yg selanjutnya berakibat mereka menjadi paling-paling dah…

Tetapi dibalik itu semua…kesempatan selalu terbuka untuk tetap menjadikan sesuatu menjadi lebih baik yang selalu di awali oleh sebuah ” Kemauan “…semoga ini bisa menjadi renungan yg membahagiakan karena bisa menjadi sesuatu yang bisa kita temukan dalam setiap kejadian…

Dan biasanya ciri khas dari manusia yang terjangkit penyakit ini adalah ” Tidak Merasa “……..makanya kenapa penyakit ini sangat berbahaya, karena justru biasanya orang terkena penakit pasti merasa…tapi ini malah sebaliknya

24
Des
08

Jalan Kemurnian

Bagaimana kita menjalani keseharian dengan tetap berpikir, bertingkah laku, berasa, menjalaninya, menikmatinya dan mencermatinya dengan positif thingking ( berpikir positif ), sehingga membuat lingkungan, kondisi dan situasi dan sekeliling kita merasakan ketenangan diakibatkan adanya suatu respon dari ketenangan, kesabaran yang membuka kesadaran diri sang pribadi untuk membuat alur hidup dan kehidupan kita menjadi suatu yang seimbang dari kosmos kecil dan kosmos besar atau alam kecil dan alam besar sehingga apapun yang manusia lakukan akan tetap mempunyai keseimbangan dengan alam sebagai asas saling membutuhkan, saling memberi dan saling menerima.
 Case 1 “ Kemauan “ – Bukan masalah bisa atau tidak …semuanya diberikan organ tubuh, panca indera dan segala sesuatu sebagai saran kita agar bisa berusaha artinya semua mahkluk hidup bisa asal berusaha…timbulnya usaha adalah dari kemauan dalam diri sang pribadi untuk membentuk dan membuat sesuatu yang lebih baik sesuai dengan kodrat-Nya
 Case 2 “ Niat tulus dan Tekad kuat “ – Dasar dari kemauan adalah ini, karena tanpa adanya niat dan tekad artinya tidak adanya dorongan dari dalam diri untuk menimbulkan sesuatu baik itu untuk kebaikan maupun sebaliknya
 Case 3 “ Kesadaran “ – yang akan menimbulkan ‘kesabaran’ sehingga membuat kejernihan dalam berpikir, menganalisa kejadian, memilah sebuah kejadian, melihat gejala/ kejadian, dari sinilah semuanya berawal bagaimana kemampuan terpendam dalam diri kita dapat dengan sadar kita keluarkan dan kita pergunakan dalam bentuk kesadaran sang pribadi, misal bagaimana kita menyikapi bahwa perkelahian itu tidak baik tetapi bila kita terpaksa harus berkelahi jadilah pemenang. Toh selama hidup ya kita setiap saat selalu berkelahi baik dengan waktu, dengan situasi, kondisi, perasaan, rasa takut, nafsu, dll. Jadi apabila kita takut berkelahi rasanya tidak mungkin karena setiap saat kita harus siap berkelahi dengan apa dan siapa saja, dimana saja, kapan saja …mau tidak mau, bisa tidak bisa, siap tidak siap, terima tidak terima …inilah yang harus kita jalani dan lalui setiap saat sampai akhir hayat.
 Case 4 “ Pertanyaan “ – Banyak sekali pertanyaan yang dari dulu sampai sekarang ditanyakan kepada saya, semisal ; Ada nggak sih Tuhan itu ? Saya berdoa tiap hari tapi kok nggak dikabul-kabulkan ? Kenapa kok orang jahat banyak rejekinya ? dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang mungkin buat segerombolan manusia yang menganggap dirinya pintar ini adalah pertanyaan tolol, tapi buat saya ini adalah pertanyaan polos dari timbul rasa penasaran dan harus mendapat jawaban yang terbuka dan sesuai dengan logika, realistis, dan bukan jawaban angan-angan. Kadang saya menanggapinya kebanyakan dengan jawaban-jawaban yang konyol tetapi apa adanya, logis, obyektif dan realistis dan biasanya orang yang bertanya selain tertawa tetapi akan juga berpikir secara rileks sehingga pikiran jernih yang akan timbul bukan prasangka yang timbul dari angan-angan. Bukan rahasia umum bila dalam keseharian bila ada persoalan baik tentang apapun pasti minta saran, pendapat, atau diserahkan kepada yang paling dituakan …budaya apa ini ?!!!! saya terus terang tidak mengerti kenapa ? apakah yang tua pasti bisa, pasti benar, pasti hebat, pasti berhasil, pasti lebih pintar, pasti masuk sorga…???? siapa kira-kira yang bisa menjawabnya…saya yakin tidak ada yang bisa menjawabnya…inilah budaya yang mesti dihilangkan karena sudah menyalahi kodrat yang diberikan Sang Pencipta kepada hamba-Nya.

Pembahasan : Dalam banyak kitab suci Tuhan selalu bilang “ Di hadapanku kalian semua manusia adalah sama tidak ada perbedaan sedikitpun “, bisa kita cerna kata-kata ini ? maksudnya adalah bahwa tidak ada perbedaan sama sekali antara manusia satu dengan lainnya, inilah asal mulanya dan kita akan ke sisi lainnya…artinya siapakah yang membuat perbedaan-perbedaan yang ada sekarang yang makin hari kadarnya bertambah parah …!!! apakah anda berani bilang bahwa Tuhan yang membuat perbedaan. Kadang saya bingung Tuhan katanya selalu di jalan kebaikan, dan Setan di jalan keburukan, tapi sekarang kalau saya lihat kenyataan saya merasa kasihan kepada Tuhan dan Setan, karena selalu saja di setiap situasi apapun nama dua pihak ini selalu tersangkut padahal saya tidak melihat sama sekali adanya ikut campur atau kontribusi yang terang-terangan yang di berikan oleh kedua pihak tersebut, nah …ada kecenderungan yang makin hari juga makin bertambah lucu kalau saya membayangkannya seperti dibawah ini :
Biarlah Tuhan yang balas…emangnya Tuhan bisa disuruh-suruh kok enak sekali ya…Ada orang yang kehilangan barangnya…ada yang ngomong ; Tuhan menyuruh pencopet untuk memberi pelajaran, apa bedanya Tuhan dengan Setan ( berbuat kerusakan, keburukan, sombong, malas, iri dengki, amarah, dll ) Ada lagi kadang kita sudah tahu bahwa apabila kita melakukan sesuatu akan berakibat sesuatu entah baik maupun buruk eeeh…banyak orang selalu bilang kita serahkan kepada Yang diatas…siapa yang diatas, memangnya anda tahu dimana keberadaan Tuhan dan anda seenaknya menyerahkan sesuatu yang anda kerjakan kepada Tuhan seakan-akan Dia tidak memberikan otak dan segala macam yang melekat pada tubuh anda…sebegitu teganya anda memperlakukan Tuhan yang sudah memberikan semuanya dan menyediakan semuanya kepada anda…kalau saya boleh bertanya, anda sudah membayar berapa, atau memberikan apa kepada Tuhan sehingga anda begitu berani dan mentang-mentang dan tanpa berpikir dulu dalam bertindak dan berbicara ?
Mungkin sekarang Tuhan bingung, apa lagi kelakuan mahkluk-mahkluk ciptaan-Ku ini ya, beruntunglah kita sebagai manusia mempunyai Tuhan Yang Maha Esa, Maha Penyayang, Pengasih, Agung, Sempurna dan Segala-gala-Nya. Anda bisa bayangkan kalau Dia pemarah, umur anda tidak akan sampai menjelang sore mungkin. Kembali ke pembahasan orang tua …kadang anda menyadari atau tidak bahwa anda sudah menyekutukan Tuhan dengan pola pikir, tingkah laku, dan pembicaraan …apakah kita sadar ? Jaman berubah maka tingkah pola dan keadaanpun berubah, mari kita lihat : bagaimana sebuah arca yang dibuat sendiri setelah itu disembah sendiri untuk memohon agar permohonannya dikabulkan ( dalam bentuk primitif ), sekarang dengan berkembangnya jaman kita akan melihat perbedaannya, bagaimana sebuah “ Kursi “ akan diidam-idamkan, dicita-citakan, diperebutkan, pokoknya apapun akan dilakukan yang penting bisa duduk di situ karena dari kursi itulah semuanya bermula anda akan dielu-elukan orang, di pandang, di takuti, punya harta, kuasa, dan sekaligus secara tidak terasa akan keluar juga sifat-sifat buruk sombong, dengki, egois, otoriter, kejam, mencintai kursi tersebut dari apapun jua, takut kehilangan, segala cara dihalalkan agar untuk mempertahankannya ( inilah berhala dalam bentuk lebih modern ) apakah anda sadar ? Apalagi kalau ada orang tua yang sukses berkarier dan tanpa sadar dia berbicara kepada keluarganya ,” kalau nggak nurut sama ortu mau ama siapa lagi ???!!! dia lupa bahwa jauh diatas dia ada lagi yang jauh lebih sempurna, lebih hebat, lebih pintar, lebih dan lebih dan itu tak terbantahkan sampai kapanpun, orang tuapun kadang lupa dengan bicaranya dia lupa bahwa dia sama-sama manusia, yang terbatas, yang sama-sama keluar dari lubang hina, dan kalau anaknya menjawab ,” nurut ama Tuhan “ apakah ortu itu bisa menjawab…? dan perlu diingat, Tuhan tidak pernah memberikan otoritas kepada siapapun di dunia ini untuk dapat menguasai orang lain dengan dalih apapun, baik nabi sekalipun hanya sebagai pembawa amanah kebaikan yang mempunyai kewajiban membimbing, memperingatkan, dan mengajak untuk tetap di jalan-Nya, jadi kalau Nabi saja begitu tugasnya, kok ada orang yang mau melebihi tugas Nabi padahal tingkah polahnya, bicaranya, pemikirannya, kelakuannya, tindak tanduknya masih jauh sekali di bawah Nabi-Nabi terus apa yang mau diraihnya…mungkin ingin menunjukkan “ eksistensi “ nya tapi kenapa sama orang lain bukankah harusnya hanya kepada Tuhan …
Sang Pencipta memberikan hak penuh kepada individu masing-masing untuk menjadi kalifah ( pemimpin ) di bumi eeehhh malah berantem sendiri …kadang kalau ada pikiran konyol misal ; Kalau saya boleh tahu mahkluk apa di dunia ini yang tidak pernah ingkar janji kepada Tuhan…? jawabannya adalah Setan ! bagaimana dia berjanji akan terus menggoda anak cucu adam sampai hari kiamat, itu janjinya dan itu tetap akan seperti itu…nah tapi sekarang keadaannya jadi lain malah setan minder karena manusia sebagai mahkluk yang derajatnya paling tinggi dan sempurna yang diandalkan oleh Tuhan dibanding ciptaan-Nya yang lain malah bikin runyam suasana …bagaimana tidak setan belum menggoda sekarang, manusianya udah jalan duluan, hebatkan !!! dan kalau orang yang atheis akan senang dengan hal ini, artinya Tuhan tidak sempurna, masih ada bodohnya dikit…..ini yang saya bilang sangat ironis, seharusnya kita yang dapat membanggakan, mengangkat, mengagungkan dan menjaga nama Tuhan dan bukan sebaliknya, anda sadar…sadarkah anda ? Pada saat Tuhan memberikan tugas sebagai kalifah di bumi suci, malaikat bertanya, “ Ya Tuhan kenapa bukan kami saja yang Kau tunjuk, karena kami lebih setia kepada-Mu “, tetapi Tuhan tidak bergeming karena Dia mempunyai rencana dan tujuan kenapa Dia berbuat seperti itu dan itu yang di kehendaki-Nya dan tanda-tanda keagungannya selalu tersirat dalam diri manusia sebagai perngecuantahan Dzat-Nya ; “ Manusia rahasiaku Aku rahasianya “ inilah firman Allah Taala kepada Nabi Muhammad SAW.

Bagaimana disini saya mengajak kita semua mereview ulang dan mengevaluasi serta introspeksi bahwa kehidupan diluar diri adalah tergantung bagaimana kehidupan dalam diri kita, dengan mengerti akan diri sendiri kita dapat meresapi orang lain, Kalahkan diri sendiri sebelum mengalahkan orang lain, Perang yang paling besar, dan melelahkan serta jarang mencapai kemenangan adalah memerangi diri sendiri, tapi apabila anda memenangkannya artinya anda sudah melewati rintangan terbesar dalam kisah kehidupan manusia dan anda sendiri. Inilah inti dari jalan kemurnian bagaimana kita disadarkan agar untuk berbuat, bertingkah laku, berperasaan, berpikir, berwawasan, dan selalu menjadi hamba yang hampa …

Jakarta, Rabu legi, 24 Desember 2008

pukul ; 09.45 – by Satmata

24
Des
08

Mencari dan Menuju Jalan Kemurnian

Sulit, pelik, berat, susah, dimana, kemana, bagaimana, kita kan bukan…ini biasanya yang selalu terucap oleh manusia –manusia yang maunya instant, mudah, ringan, malas, dan selalu merasa hebat, pintar, kuat…dan apabila anda juga merasa seperti atau mulai ada rasa seperti itu maka kata-kata diatas akan keluar lagi karena keberadaan Sang Atma tertutupi oleh nafsu 6 yang menyesatkan jalan menuju kemurnian. Namanya juga mencari, pastilah perlu usaha yang pasti hal yang perlu dilakukan adalah; * Jadilah diri sendiri, * Selalu kembalikan sesuatu pada diri sendiri, * Jinakkan rasa, * Carilah Hampa, * Selalu bercermin Jiwa, dan * Abaikan indera * Aturlah nafas secara teratur, Tetaplah berjalan tanpa henti, tanpa melibatkan semua indera raga, * Renungkan dan Nikmatilah segala bentuk pori-pori kehidupan…Semuanya ada dalam diri kita bukanlah diluar sana…sama saja dengan menggarami lautan, atau membunuh semut dengan roket betul-betul tidak logis, untuk apa jauh mencari kalau barang yang dicari tempatnya selalu dekat sekali dengan kita…Ini adalah hal yang paling prinsip dan tidak dapat ditawar, apabila anda masih memikirkan hal – hal yang tidak jelas atau mencari diluar maka janganlah berharap anda menemukan sesuatu yang anda cari, anda harus mulai menyadari bagaimana sang Suksma, Jiwa dan Raga dapat bersatu = jawabnya adalah Nafs ( nafas ) artinya pengaturan, pengontrolan ( rasa, karsa dan karya ) inilah timbulnya. Selama ini kita selalu mengabaikan persoalan nafas padahal setiap detik kita selalu membutuhkannya dan tidak dapat meninggalkannya ( kecuali kita sudah bosan hidup ) karena sampai menjelang akhir hayatpun kita tetap bergelut dengan persoalan ini.
Bernafas yang benar sebenar – benarnya, baik sebaik – baiknya sehingga segala dalam alam kecil dapat terkendali dengan semestinya, bagaimana cara menarik nafas dan menghembuskannya, apa yang ditarik, apa yang dihembuskan ? apa yang menjadi patokan dalam penarikan dan penghembusan ? dititik mana saja kita konsentrasikan nafas tersebut, bagaimana cara mengambil dan memulangkan kembali nafas karena dari lahir sampai ajal menjelang ini akan menjadi persoalan yang tak terpecahkan …

Jakarta, Rabu legi, 24 Desember 2008

pukul ; 09.40 – by Satmata

24
Des
08

Belajar dari setiap pori-pori Kehidupan

Gembira dalam Kesedihan, Lebih dalam Kekurangan,
Kaya dalam Kemiskinan, Sehat dalam Kesakitan

“ Keindahan dalam Keburukan “ – Sesuatu hal biasanya akan selalu kita lakukan adalah ikut-ikutan, iri, dengki, sombong dan sifat buruk lainnya yang ada dalam nafsu 6 sehingga membuat kita kadang terlena, lupa bahkan mengkhianatinya tanpa sadar, alasan dan keluhan baik yang kita sampaikan ke orang lain maupun kita pendam sendiri selalu menjadi hantu dalam pikiran kita setiap saat yang membuat pikiran kita selalu negatif dalam melihat, mendengar, merasakan dan bertindak. Tetapi kebanyakan dari kita selalu bisa mengoreksi dan menilai sisi dari luar diri kita tanpa bisa sebaliknya dan inilah yang menjadikan nafsu sebagai Tuhan kita tanpa atau dengan kita sadari, pahami dan mengerti. Bagaimana sebuah masalah, bencana, keburukan, kekurangan, sakit, sengsara, kemiskinan selalu kita menilai dari sisi kita tanpa melihat sekeliling bagaimana ada orang lain merasakan hal yang lebih berat, lebih sengsara, lebih kurang, lebih dan lebih…apakah kita sudah fair dalam menilai…? Kalau seandainya kita hanya punya 2000 kenapa harus mengaku punya 10.000 atau 500 dan kenapa setelah kita jujur bahwa kita hanya punya 2000 masih juga ada pihak yang mau memanfaatkannya bahkan tidak percaya bahwa kita hanya punya 2000…Oleh karena itu jangan pernah kita hanya melihat, mendengar, merasa dan bertindak dengan kacamata nafsu tetapi semua harus melalui Sang Atma karena inilah yang tidak pernah bisa dipengaruhi oleh apapun, inilah titipan Sang Pencipta yang harus dijaga, di temukan, dikembangkan dan dimanfaatkan. Disini pula keindahan dapat kita temukan keindahan yang tiada tara, bagaimana kita merasa nyaman, merasa tentram, merasa terlindungi, sejuk, lega, kuat, dan lupa terhadap apa yang kita kejar dari pengaruh 6 nafsu… kita akan lupa dengan keinginan raga yang terlalu banyak menuntut ini dan itu yang selalu kurang, selalu banyak permintaan yang kadang membuat kita terjungkal ke jurang yang paling dalam. Menurut saya adalah bohong besar apabila kita selama hidup di dunia tidak tersentuh sama sekali dengan kepentingan, keinginan dan kebutuhan siapapun orangnya ; katanya ada yang bertapa di hutan, ada yang setiap hari berpuasa, ada yang malah meminta pertolongan orang pinter katanya dan macam-macam lah…apakah ada yang lebih hebat dari Sang Pencipta …? Apakah itu tidak menduakan …? Begitu anda mengenal dan dekat dengan keindahanNya anda akan terlena dan akan lupa segalanya… ternyata tiada yang lebih Indah dariNya dan mungkin anda akan berpikir kenapa tidak dari dulu saya begini …? Tuhan tidak mengenal terlambat, semua yang tersentuh oleh sentuhanNya abadi sifatnya Dia Maha pemaaf, Maha Hebat, Maha Sempurna, Maha Segalanya. Tuhan tidak pernah memaksakan kehendakNya, tidak pernah marah, tidak pernah memberikan masalah, bencana, petaka, kesusahan, kemiskinan, kekayaan, Dia Maha Adil, Maha Baik, tidak perduli anda kaya, miskin, pejabat/ bukan, kulit putih/ hitam semuanya sama di mataNya… semuanya harus berusaha sendiri, jadi jangan berharap Tuhan akan menolong anda apabila anda tidak mau menolong diri anda sendiri… Ini adalah keindahan abadi bukan semu yang hanya bersifat sementara seperti yang kita buat atau orang lain buat, tidak ada keburukan di balik itu semua walaupun mungkin untuk pertama kali anda akan merasa pahit tetapi itu hanya ujian apakah anda sudah siap untuk betul-betul mencintaiNya karena 6 nafsu tidak akan membiarkan anda lolos untuk menemukan dan dekat dengan Sang Atma

Jakarta, Rabu Legi, 24 Desember 2008

pukul ; 09.37 – by Satmata