Belajar dari setiap pori-pori Kehidupan

Gembira dalam Kesedihan, Lebih dalam Kekurangan,
Kaya dalam Kemiskinan, Sehat dalam Kesakitan

“ Keindahan dalam Keburukan “ – Sesuatu hal biasanya akan selalu kita lakukan adalah ikut-ikutan, iri, dengki, sombong dan sifat buruk lainnya yang ada dalam nafsu 6 sehingga membuat kita kadang terlena, lupa bahkan mengkhianatinya tanpa sadar, alasan dan keluhan baik yang kita sampaikan ke orang lain maupun kita pendam sendiri selalu menjadi hantu dalam pikiran kita setiap saat yang membuat pikiran kita selalu negatif dalam melihat, mendengar, merasakan dan bertindak. Tetapi kebanyakan dari kita selalu bisa mengoreksi dan menilai sisi dari luar diri kita tanpa bisa sebaliknya dan inilah yang menjadikan nafsu sebagai Tuhan kita tanpa atau dengan kita sadari, pahami dan mengerti. Bagaimana sebuah masalah, bencana, keburukan, kekurangan, sakit, sengsara, kemiskinan selalu kita menilai dari sisi kita tanpa melihat sekeliling bagaimana ada orang lain merasakan hal yang lebih berat, lebih sengsara, lebih kurang, lebih dan lebih…apakah kita sudah fair dalam menilai…? Kalau seandainya kita hanya punya 2000 kenapa harus mengaku punya 10.000 atau 500 dan kenapa setelah kita jujur bahwa kita hanya punya 2000 masih juga ada pihak yang mau memanfaatkannya bahkan tidak percaya bahwa kita hanya punya 2000…Oleh karena itu jangan pernah kita hanya melihat, mendengar, merasa dan bertindak dengan kacamata nafsu tetapi semua harus melalui Sang Atma karena inilah yang tidak pernah bisa dipengaruhi oleh apapun, inilah titipan Sang Pencipta yang harus dijaga, di temukan, dikembangkan dan dimanfaatkan. Disini pula keindahan dapat kita temukan keindahan yang tiada tara, bagaimana kita merasa nyaman, merasa tentram, merasa terlindungi, sejuk, lega, kuat, dan lupa terhadap apa yang kita kejar dari pengaruh 6 nafsu… kita akan lupa dengan keinginan raga yang terlalu banyak menuntut ini dan itu yang selalu kurang, selalu banyak permintaan yang kadang membuat kita terjungkal ke jurang yang paling dalam. Menurut saya adalah bohong besar apabila kita selama hidup di dunia tidak tersentuh sama sekali dengan kepentingan, keinginan dan kebutuhan siapapun orangnya ; katanya ada yang bertapa di hutan, ada yang setiap hari berpuasa, ada yang malah meminta pertolongan orang pinter katanya dan macam-macam lah…apakah ada yang lebih hebat dari Sang Pencipta …? Apakah itu tidak menduakan …? Begitu anda mengenal dan dekat dengan keindahanNya anda akan terlena dan akan lupa segalanya… ternyata tiada yang lebih Indah dariNya dan mungkin anda akan berpikir kenapa tidak dari dulu saya begini …? Tuhan tidak mengenal terlambat, semua yang tersentuh oleh sentuhanNya abadi sifatnya Dia Maha pemaaf, Maha Hebat, Maha Sempurna, Maha Segalanya. Tuhan tidak pernah memaksakan kehendakNya, tidak pernah marah, tidak pernah memberikan masalah, bencana, petaka, kesusahan, kemiskinan, kekayaan, Dia Maha Adil, Maha Baik, tidak perduli anda kaya, miskin, pejabat/ bukan, kulit putih/ hitam semuanya sama di mataNya… semuanya harus berusaha sendiri, jadi jangan berharap Tuhan akan menolong anda apabila anda tidak mau menolong diri anda sendiri… Ini adalah keindahan abadi bukan semu yang hanya bersifat sementara seperti yang kita buat atau orang lain buat, tidak ada keburukan di balik itu semua walaupun mungkin untuk pertama kali anda akan merasa pahit tetapi itu hanya ujian apakah anda sudah siap untuk betul-betul mencintaiNya karena 6 nafsu tidak akan membiarkan anda lolos untuk menemukan dan dekat dengan Sang Atma

Jakarta, Rabu Legi, 24 Desember 2008

pukul ; 09.37 – by Satmata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s