Jalan Kemurnian

Bagaimana kita menjalani keseharian dengan tetap berpikir, bertingkah laku, berasa, menjalaninya, menikmatinya dan mencermatinya dengan positif thingking ( berpikir positif ), sehingga membuat lingkungan, kondisi dan situasi dan sekeliling kita merasakan ketenangan diakibatkan adanya suatu respon dari ketenangan, kesabaran yang membuka kesadaran diri sang pribadi untuk membuat alur hidup dan kehidupan kita menjadi suatu yang seimbang dari kosmos kecil dan kosmos besar atau alam kecil dan alam besar sehingga apapun yang manusia lakukan akan tetap mempunyai keseimbangan dengan alam sebagai asas saling membutuhkan, saling memberi dan saling menerima.
 Case 1 “ Kemauan “ – Bukan masalah bisa atau tidak …semuanya diberikan organ tubuh, panca indera dan segala sesuatu sebagai saran kita agar bisa berusaha artinya semua mahkluk hidup bisa asal berusaha…timbulnya usaha adalah dari kemauan dalam diri sang pribadi untuk membentuk dan membuat sesuatu yang lebih baik sesuai dengan kodrat-Nya
 Case 2 “ Niat tulus dan Tekad kuat “ – Dasar dari kemauan adalah ini, karena tanpa adanya niat dan tekad artinya tidak adanya dorongan dari dalam diri untuk menimbulkan sesuatu baik itu untuk kebaikan maupun sebaliknya
 Case 3 “ Kesadaran “ – yang akan menimbulkan ‘kesabaran’ sehingga membuat kejernihan dalam berpikir, menganalisa kejadian, memilah sebuah kejadian, melihat gejala/ kejadian, dari sinilah semuanya berawal bagaimana kemampuan terpendam dalam diri kita dapat dengan sadar kita keluarkan dan kita pergunakan dalam bentuk kesadaran sang pribadi, misal bagaimana kita menyikapi bahwa perkelahian itu tidak baik tetapi bila kita terpaksa harus berkelahi jadilah pemenang. Toh selama hidup ya kita setiap saat selalu berkelahi baik dengan waktu, dengan situasi, kondisi, perasaan, rasa takut, nafsu, dll. Jadi apabila kita takut berkelahi rasanya tidak mungkin karena setiap saat kita harus siap berkelahi dengan apa dan siapa saja, dimana saja, kapan saja …mau tidak mau, bisa tidak bisa, siap tidak siap, terima tidak terima …inilah yang harus kita jalani dan lalui setiap saat sampai akhir hayat.
 Case 4 “ Pertanyaan “ – Banyak sekali pertanyaan yang dari dulu sampai sekarang ditanyakan kepada saya, semisal ; Ada nggak sih Tuhan itu ? Saya berdoa tiap hari tapi kok nggak dikabul-kabulkan ? Kenapa kok orang jahat banyak rejekinya ? dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang mungkin buat segerombolan manusia yang menganggap dirinya pintar ini adalah pertanyaan tolol, tapi buat saya ini adalah pertanyaan polos dari timbul rasa penasaran dan harus mendapat jawaban yang terbuka dan sesuai dengan logika, realistis, dan bukan jawaban angan-angan. Kadang saya menanggapinya kebanyakan dengan jawaban-jawaban yang konyol tetapi apa adanya, logis, obyektif dan realistis dan biasanya orang yang bertanya selain tertawa tetapi akan juga berpikir secara rileks sehingga pikiran jernih yang akan timbul bukan prasangka yang timbul dari angan-angan. Bukan rahasia umum bila dalam keseharian bila ada persoalan baik tentang apapun pasti minta saran, pendapat, atau diserahkan kepada yang paling dituakan …budaya apa ini ?!!!! saya terus terang tidak mengerti kenapa ? apakah yang tua pasti bisa, pasti benar, pasti hebat, pasti berhasil, pasti lebih pintar, pasti masuk sorga…???? siapa kira-kira yang bisa menjawabnya…saya yakin tidak ada yang bisa menjawabnya…inilah budaya yang mesti dihilangkan karena sudah menyalahi kodrat yang diberikan Sang Pencipta kepada hamba-Nya.

Pembahasan : Dalam banyak kitab suci Tuhan selalu bilang “ Di hadapanku kalian semua manusia adalah sama tidak ada perbedaan sedikitpun “, bisa kita cerna kata-kata ini ? maksudnya adalah bahwa tidak ada perbedaan sama sekali antara manusia satu dengan lainnya, inilah asal mulanya dan kita akan ke sisi lainnya…artinya siapakah yang membuat perbedaan-perbedaan yang ada sekarang yang makin hari kadarnya bertambah parah …!!! apakah anda berani bilang bahwa Tuhan yang membuat perbedaan. Kadang saya bingung Tuhan katanya selalu di jalan kebaikan, dan Setan di jalan keburukan, tapi sekarang kalau saya lihat kenyataan saya merasa kasihan kepada Tuhan dan Setan, karena selalu saja di setiap situasi apapun nama dua pihak ini selalu tersangkut padahal saya tidak melihat sama sekali adanya ikut campur atau kontribusi yang terang-terangan yang di berikan oleh kedua pihak tersebut, nah …ada kecenderungan yang makin hari juga makin bertambah lucu kalau saya membayangkannya seperti dibawah ini :
Biarlah Tuhan yang balas…emangnya Tuhan bisa disuruh-suruh kok enak sekali ya…Ada orang yang kehilangan barangnya…ada yang ngomong ; Tuhan menyuruh pencopet untuk memberi pelajaran, apa bedanya Tuhan dengan Setan ( berbuat kerusakan, keburukan, sombong, malas, iri dengki, amarah, dll ) Ada lagi kadang kita sudah tahu bahwa apabila kita melakukan sesuatu akan berakibat sesuatu entah baik maupun buruk eeeh…banyak orang selalu bilang kita serahkan kepada Yang diatas…siapa yang diatas, memangnya anda tahu dimana keberadaan Tuhan dan anda seenaknya menyerahkan sesuatu yang anda kerjakan kepada Tuhan seakan-akan Dia tidak memberikan otak dan segala macam yang melekat pada tubuh anda…sebegitu teganya anda memperlakukan Tuhan yang sudah memberikan semuanya dan menyediakan semuanya kepada anda…kalau saya boleh bertanya, anda sudah membayar berapa, atau memberikan apa kepada Tuhan sehingga anda begitu berani dan mentang-mentang dan tanpa berpikir dulu dalam bertindak dan berbicara ?
Mungkin sekarang Tuhan bingung, apa lagi kelakuan mahkluk-mahkluk ciptaan-Ku ini ya, beruntunglah kita sebagai manusia mempunyai Tuhan Yang Maha Esa, Maha Penyayang, Pengasih, Agung, Sempurna dan Segala-gala-Nya. Anda bisa bayangkan kalau Dia pemarah, umur anda tidak akan sampai menjelang sore mungkin. Kembali ke pembahasan orang tua …kadang anda menyadari atau tidak bahwa anda sudah menyekutukan Tuhan dengan pola pikir, tingkah laku, dan pembicaraan …apakah kita sadar ? Jaman berubah maka tingkah pola dan keadaanpun berubah, mari kita lihat : bagaimana sebuah arca yang dibuat sendiri setelah itu disembah sendiri untuk memohon agar permohonannya dikabulkan ( dalam bentuk primitif ), sekarang dengan berkembangnya jaman kita akan melihat perbedaannya, bagaimana sebuah “ Kursi “ akan diidam-idamkan, dicita-citakan, diperebutkan, pokoknya apapun akan dilakukan yang penting bisa duduk di situ karena dari kursi itulah semuanya bermula anda akan dielu-elukan orang, di pandang, di takuti, punya harta, kuasa, dan sekaligus secara tidak terasa akan keluar juga sifat-sifat buruk sombong, dengki, egois, otoriter, kejam, mencintai kursi tersebut dari apapun jua, takut kehilangan, segala cara dihalalkan agar untuk mempertahankannya ( inilah berhala dalam bentuk lebih modern ) apakah anda sadar ? Apalagi kalau ada orang tua yang sukses berkarier dan tanpa sadar dia berbicara kepada keluarganya ,” kalau nggak nurut sama ortu mau ama siapa lagi ???!!! dia lupa bahwa jauh diatas dia ada lagi yang jauh lebih sempurna, lebih hebat, lebih pintar, lebih dan lebih dan itu tak terbantahkan sampai kapanpun, orang tuapun kadang lupa dengan bicaranya dia lupa bahwa dia sama-sama manusia, yang terbatas, yang sama-sama keluar dari lubang hina, dan kalau anaknya menjawab ,” nurut ama Tuhan “ apakah ortu itu bisa menjawab…? dan perlu diingat, Tuhan tidak pernah memberikan otoritas kepada siapapun di dunia ini untuk dapat menguasai orang lain dengan dalih apapun, baik nabi sekalipun hanya sebagai pembawa amanah kebaikan yang mempunyai kewajiban membimbing, memperingatkan, dan mengajak untuk tetap di jalan-Nya, jadi kalau Nabi saja begitu tugasnya, kok ada orang yang mau melebihi tugas Nabi padahal tingkah polahnya, bicaranya, pemikirannya, kelakuannya, tindak tanduknya masih jauh sekali di bawah Nabi-Nabi terus apa yang mau diraihnya…mungkin ingin menunjukkan “ eksistensi “ nya tapi kenapa sama orang lain bukankah harusnya hanya kepada Tuhan …
Sang Pencipta memberikan hak penuh kepada individu masing-masing untuk menjadi kalifah ( pemimpin ) di bumi eeehhh malah berantem sendiri …kadang kalau ada pikiran konyol misal ; Kalau saya boleh tahu mahkluk apa di dunia ini yang tidak pernah ingkar janji kepada Tuhan…? jawabannya adalah Setan ! bagaimana dia berjanji akan terus menggoda anak cucu adam sampai hari kiamat, itu janjinya dan itu tetap akan seperti itu…nah tapi sekarang keadaannya jadi lain malah setan minder karena manusia sebagai mahkluk yang derajatnya paling tinggi dan sempurna yang diandalkan oleh Tuhan dibanding ciptaan-Nya yang lain malah bikin runyam suasana …bagaimana tidak setan belum menggoda sekarang, manusianya udah jalan duluan, hebatkan !!! dan kalau orang yang atheis akan senang dengan hal ini, artinya Tuhan tidak sempurna, masih ada bodohnya dikit…..ini yang saya bilang sangat ironis, seharusnya kita yang dapat membanggakan, mengangkat, mengagungkan dan menjaga nama Tuhan dan bukan sebaliknya, anda sadar…sadarkah anda ? Pada saat Tuhan memberikan tugas sebagai kalifah di bumi suci, malaikat bertanya, “ Ya Tuhan kenapa bukan kami saja yang Kau tunjuk, karena kami lebih setia kepada-Mu “, tetapi Tuhan tidak bergeming karena Dia mempunyai rencana dan tujuan kenapa Dia berbuat seperti itu dan itu yang di kehendaki-Nya dan tanda-tanda keagungannya selalu tersirat dalam diri manusia sebagai perngecuantahan Dzat-Nya ; “ Manusia rahasiaku Aku rahasianya “ inilah firman Allah Taala kepada Nabi Muhammad SAW.

Bagaimana disini saya mengajak kita semua mereview ulang dan mengevaluasi serta introspeksi bahwa kehidupan diluar diri adalah tergantung bagaimana kehidupan dalam diri kita, dengan mengerti akan diri sendiri kita dapat meresapi orang lain, Kalahkan diri sendiri sebelum mengalahkan orang lain, Perang yang paling besar, dan melelahkan serta jarang mencapai kemenangan adalah memerangi diri sendiri, tapi apabila anda memenangkannya artinya anda sudah melewati rintangan terbesar dalam kisah kehidupan manusia dan anda sendiri. Inilah inti dari jalan kemurnian bagaimana kita disadarkan agar untuk berbuat, bertingkah laku, berperasaan, berpikir, berwawasan, dan selalu menjadi hamba yang hampa …

Jakarta, Rabu legi, 24 Desember 2008

pukul ; 09.45 – by Satmata

One Comment Add yours

  1. yadot mengatakan:

    kalo direnungi lebih dalam…. jalan menuju kembali kepada Allah SWT sangat menyakitkan,meluluhlantakkan raga dan pikiran,menyakitkan hati layaknya seorang yang patah hati…
    “namun mas satmata,ternyata perasaan seperti itulah yang sangat membahagiakan jiwa,membuat kita merasakan benar-benar menjalani kehidupan. rasa yang tak akan pernah saya tukar dengan apapun di dunia ini…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s