Mencari dan Menuju Jalan Kemurnian

Sulit, pelik, berat, susah, dimana, kemana, bagaimana, kita kan bukan…ini biasanya yang selalu terucap oleh manusia –manusia yang maunya instant, mudah, ringan, malas, dan selalu merasa hebat, pintar, kuat…dan apabila anda juga merasa seperti atau mulai ada rasa seperti itu maka kata-kata diatas akan keluar lagi karena keberadaan Sang Atma tertutupi oleh nafsu 6 yang menyesatkan jalan menuju kemurnian. Namanya juga mencari, pastilah perlu usaha yang pasti hal yang perlu dilakukan adalah; * Jadilah diri sendiri, * Selalu kembalikan sesuatu pada diri sendiri, * Jinakkan rasa, * Carilah Hampa, * Selalu bercermin Jiwa, dan * Abaikan indera * Aturlah nafas secara teratur, Tetaplah berjalan tanpa henti, tanpa melibatkan semua indera raga, * Renungkan dan Nikmatilah segala bentuk pori-pori kehidupan…Semuanya ada dalam diri kita bukanlah diluar sana…sama saja dengan menggarami lautan, atau membunuh semut dengan roket betul-betul tidak logis, untuk apa jauh mencari kalau barang yang dicari tempatnya selalu dekat sekali dengan kita…Ini adalah hal yang paling prinsip dan tidak dapat ditawar, apabila anda masih memikirkan hal – hal yang tidak jelas atau mencari diluar maka janganlah berharap anda menemukan sesuatu yang anda cari, anda harus mulai menyadari bagaimana sang Suksma, Jiwa dan Raga dapat bersatu = jawabnya adalah Nafs ( nafas ) artinya pengaturan, pengontrolan ( rasa, karsa dan karya ) inilah timbulnya. Selama ini kita selalu mengabaikan persoalan nafas padahal setiap detik kita selalu membutuhkannya dan tidak dapat meninggalkannya ( kecuali kita sudah bosan hidup ) karena sampai menjelang akhir hayatpun kita tetap bergelut dengan persoalan ini.
Bernafas yang benar sebenar – benarnya, baik sebaik – baiknya sehingga segala dalam alam kecil dapat terkendali dengan semestinya, bagaimana cara menarik nafas dan menghembuskannya, apa yang ditarik, apa yang dihembuskan ? apa yang menjadi patokan dalam penarikan dan penghembusan ? dititik mana saja kita konsentrasikan nafas tersebut, bagaimana cara mengambil dan memulangkan kembali nafas karena dari lahir sampai ajal menjelang ini akan menjadi persoalan yang tak terpecahkan …

Jakarta, Rabu legi, 24 Desember 2008

pukul ; 09.40 – by Satmata

One Comment Add yours

  1. ampuni mengatakan:

    Tulisan yg sangat menarik dan membuat penasaran.Nafas adalah sesuatu yg sangat vital sejak kehidupan manusia berawal dan berakhir. Apa sesungguhnya nafas itu, saya yakin pasti ada rahasia terbesar didalam nafas kita ini, berkaitan dengan kehidupan diri ini dan Tuhan. Ditunggu wejangannya lebih lanjut dari Tuan Guru Satmata yg waskita.Salam Nikmat dan Nyaman Semoga senantiasa dalam liputan Cinta dan AnurahNYA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s