Islam ……sebuah Kesempurnaan …

Sebagai sebuah ajaran terakhir yang diwahyukan kepada Muhammad SAW Al Mustafa…yang memuat tentang sebuah ajaran hidup dan kehidupan yang begitu sempurna dalam konteks “selamat”, keselamatan, penyelamatan, menyelamatkan……..sehingga akan mendapatkan tujuan akhir yaitu; “selamat”…

Konteks islam sebagai ajaran dan konteks islam sebagai agama atau keyakinan juga membuat perbedaan semakin rumit saja, ajaran hanyalah sebuah ajaran yang kebanyakan hanya teori dan dimulut saja, dalam masalah perilaku, moral, mental masih terbelenggu pada Panca Indera yang notabene adalah Pintu Nafsu dan Akal yang notabene adalah Pintu Ego…Sunnah Rasul yang di pakai yang terasa ringan dan enak saja, artinya bisa dipilih…padahal begitu beratnya rasulullah menegakkan ajaran islam tersebut, tanpa sadar sekarang islam di giring ke arah yang justru bukan “keselamatan” dan malah menuju “kerusakan”…

Banyak sebetulnya sabda Rasulullah yang bila kita memahami maknanya maka akan membawa keselamatan, walaupun memerlukan pemikiran yang arif……

“Manusia rahasiaKu, Aku Rahasianya”

“Yang Tahu Dirinya Yang Tahu Tuhannya”

“Tidaklah sekali-sekali sholatmu, puasamu, dzakatmu, perbuatan2 baikmu dapat menyelamatkanmu dari api neraka, karena kunci sorga adalah hanya dengan RidhoNya….

Islam adalah sebuah kedalaman Jiwa, sebuah perjalanan suci, sebuah kedamaian abadi, sebuah perjalanan yang membuat kita bisa berjalan bersamaNya….

Tetapi sebuah pemandangan yang sangat bertolak belakang bahwa kebanyakan penganut ajaran islam justru entah sengaja atau tidak justru malah membuat islam terlihat sebagai momok yang menakutkan bahkan untuk penganut ajaran islam sendiri…..inilah karena salah satunya penyebabnya adalah Islam hanya di pandang sebagai ” baju ” atau agama bukan sebagai sebuah ajaran kehidupan yang akhirnya harus di yakini sebagai jalannya jiwa bukan hanya raga…..tetapi inilah sebuah kenyataan yang terjadi di depan mata kita semua, bahwa saat ini islam hanya dijadikan sebuah komoditi perdagangan … yang penting bisa menunjang kepentingan dan menguntungkan…..” sebuah kesempurnaan ” adalah ketidak adanya kecacatan, sebagai orang yang menyebut dirinya yang selamat kok masih bertingkah laku nggak selamat ini kan menggelikan, yang saya takutkan bahwa adanya pihak-pihak yang ingin merusak islam dari dalam karena melihat sulitnya menghancurkan islam dari luar…

Di butuhkan ke ikhlasan dan ke sadaran tinggi untuk menjadi orang” islam”…bukan hanya syahadat, sholat, dzikir, puasa, dzakat, infaq, haji, dll sehingga orang itu di sebut islam, tetapi yang layak menyebutnya sebagai orang islam adalah Allah SWT…..bukan sesama manusia yang masih sama-sama berharap untuk mendapatkan RidhoNya, jadi alangkah baiknya bila kita belum menjalankan islam sesuai dengan KodratNya, tidak usah terlalu over acting gitulaaah, karena nantinya malah jadi nggak keruan dan jadi kayak dagelan …

Memang dibutuhkan kejernihan hati untuk menyikapi segala masukan dan introspeksi diri dan saya kira kata” Alhamdulillaahhirobbill’alamiin “adalah sebuah kebijaksanaan islam yang tiada taranya…

2 Comments Add yours

  1. Kris mengatakan:

    Hehehehe.. benar sekali pak. kalau iman kita diukur dari perbuatan baik semata, naif sekali ya jadinya. Padahal menyelami arti hidup yang membawa kita ke kearifan iman dan ketaatan kepada Tuhan

  2. muhammad mawardi mengatakan:

    SEpakat tentang Islam Rahmatan lil Alamin .. Islam adalah jalan menuju DIA yang maha segalanya
    jalan menuju Dia adalah keselamatan , menyelamatkan , Islam menurut ” saya ” adalah bukan sekedar golongan , melainkan prilaku yakni prilaku yang ahlakul karimah , sebagai Rasulullah menyayangi termasuk pada binatang sekalipun ” ketika sorban beliao ditiduri kucing ia biarkan sampai kucing tersebut hingga bangun , ketika seorang kafir kencing dipojok Masjid dia melarang sahabat untuk marah , ketika dia dilempari tai unta .. justru berdoa buat yang melemparinya .agar diberi petunjjuk … beda dg saudara kita sekarang .. beda dikit ” sesat ” hancurkan ..!
    bikin orang meringis .. tunjjukilah yang sesat . berilah makan yang lapar .. beri minum yang haus.. sebagai mana sabdanya ” bukan golonganku orang yg tidur dengan perut kenyang sementara tetangganya kelaparan ” maaf .. saya heran orang berakat haji walimahan habis puluhan juta sementara berapa ribu rupiah yang telah diberikan pada fakir miskin ? pada Anak anak Yatim ? Mari kita renungkan …..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s