Tuhan jadi Pengangguran

on

Mohon maaf sekali lagi atas judul-judul yang selalu lancang menurut orang yang intelek ….yang selalu saya layangkan…..

Sebuah fenomena perkembangan jaman selalu membuat berbagai perubahan…..ya perubahan dan itulah yang selalu abadi, tetapi perubahan selalu juga menemui sisi -sisi lainnya, entah itu ke arah yang tetap monoton, dinamis ke arah yang benar atau salah. Saya selalu melihat dari perilaku manusia, cara bicara, berpikir dan menempatkan sesuatu…..dan yang bisa di garis bawahi adalah bahwa setiap manusia mempunyai hak yang sama, kehendak yang sama tetapi yang membuat berbeda adalah dari pemikiran yang berbeda karena sudah dimasuki berbagai macam anasir-anasir dari berbagai macam bentuk, baik mulai dari lingkungan keluarga, pergaulan, sekolah, sosial budaya, dll……walaupun beberapa orang tetap bisa menyaring itu semua secara baik dan benar, tetapi kebanyakan tetap akhirnya menjadi ” merasa bisa ” bukan ” bisa merasa ” tentang bagaimana seharusnya……

Kenapa judulnya seperti itu….?!?!? pasti banyak yang akan bertanya bahkan menghujat atau langsung menghakimi…….Tanpa kita sadari atau bahkan terlupakan atau pura-pura lupa, nah yang paling belakangan ini yang berbahaya….bahwa sifat -sifat Tuhan adalah pengejawantahan dari segala sesuatu yang merupakan kehendak Ilah, tapi banyak sekali jaman sekarang selalu muncul seolah-olah Tuhan itu adalah seolah makhluk yang sama dengan kita manusia yang bisa kita jadikan tameng, pesuruh, centeng bahkan yang lebih parah adalah menjadikan pembenaran terhadap kesalahan-kesalahan kita……ini bahkan di amini oleh para pemuka agama dan bahkan mereka sendiri kadang yang mencontohkan….coba kita ingat-ingat ya…….” biarlah nanti Tuhan yang membalas ” naaaah…..apa sebenarnya yang ada di benak kita pada saat kita mengutarakan kata-kata itu ?!?!? kita belumlah ikhlas….kita masih dendam….cuma kita balut dengan kata-kata berbau agama seolah-olah kita hamba yang bijaksana, ” kita serahkan pada yang di atas saja ” ….laaah ini apalagi, dan biasanya kalo lagi susah terbersit kata-kata seperti ini, kalo senang pasti tidak akan ada kata-kata seperti ini keluar, ” biarlah nanti mereka di laknat oleh Tuhan atau Allah “, ” ini memamng ujian atau cobaan dari Tuhan “, ” jangan sampai Tuhan marah “, ” kemurkaan Allah akan ddatang “, dan banyak lagi kiasan-kiasan lain yang saya kadang tertawa atau bahkan saya goda dengan kata-kata yang nyeleneh dan kocak……..karena dari semua sifat Yang Maha Segalanya ini semua sifat tentang kebaikan, jadi kalo manusia akhirnya membuat seolah Yang Maha itu jadi bersifat kontradiktif itu tidak pada tempatnya kecuali Tuhan yang membuat adalah manusia……ya itu akan berbeda lagi……

Dan sekarang perkembangan semakin maju sampai-sampai manusia juga terlalu maju untuk menyikapinya, bayangkan bahwa keterbatasan kita sebagai manusia sudah banyak sekali kita langgar dan kita lompati, dan akhirnya bahkan hak Tuhanpun tanpa kita sadari kita ambil……..menghakimi pihak lain, mengkondisikan halal dan haram, mewakili mendoakan, menghina, membesarkan, dll……..Sekarang bayangkan kalo pekerjaan Tuhan semuanya di borong oleh ciptaanNya ….nah terus Tuhan mau ngerjain apa …?? sedangkan Dia adalah Maha dan mahkluknya tidak…….dan sudah menjadi rahasia umum kalo kurang atau tidak ada kerjaan maka timbul sifat iseng……naaaah, bayangkan kalo Tuhan iseng…..repot kaaaan !?!?!?! pantes jadinya dunia makin semrawut, lah bukan kerjaannya kok di ambil….yang ahlinya malah di suruh liat-liat aja……

Ya memang manusia adalah pengejawantahan Tuhan di bumi, cuma mbok ya tahu diri, jangan seenaknya, sekenaknya dan semuanya sendiri ……mentang -mentang makhluk paling sempurna bukan berarti ” MAHA ”  …… jangan urusan sama Yang Maha kok malah di bikin seolah-olah……iku jenenge kebablasan !!! ……eeeeh nanti ada yang nyeletuk, kan Allah Maha Pengampun, walaaaah …… inilah ulah segelintir umat manusia yang selalu membalut keburukan dengan sebuah ayat-ayat suci…..yang kadang juga kita sendiri tanpa sadar juga melakukan karena kurang menyadari bahwa membiasakan yang benar wajib adanya di banding membenarkan yang biasa. Kadang kita sebagai manusia selalu mencari gampangnya saja tanpa memperhitungkan mana yang benar, salah dan di benarkan……karena kebanyakan takut di salahkan, sebuah fenomena bahwa yang mayoritas selalu benar, ini sudah menjadi opini publik……otomatis yang minoritas harus salah dan harus mau di persalahkan, sedangkan yang masuk sorga saja nantinya hanya minoritas, mayoritas sih masuk neraka……laaah gimana coba ?!?!?! ini kok sistem voting di pake ke sistem keyakinan, kan jadi beda ….. bagaimana dalam keseharian kita merasa di racuni karena selalu racun dunia adalah manis adanya, tanpa proses, tinggal melakukan pembenaran, dan mudah dalam perjalanannya…….walaupun akan berdampak kerusakan yang sangat mendalam dan panjang masanya.

Jakarta, senin 18 Juli 2016

pukul 13.50, Satmata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s