Tuhan tidak Maha lagi……

on

Lancang sekali bibirku ini …….

lebih lancang dan tidak tau diri mana dengan orang atau manusia yang menghina orang lain, yang mengadili orang lain, membuat yang haram jadi halal dan sebaliknya, membuat ayat seolah mainan untuk kepentingan kelompoknya, membantalkan Tuhan yang dalam ceramahnya dan khotbahnya selalu seolah-olah paling takut sama Tuhan……apakah kita jadi yang termasuk ?!?!?  kalo merasa ya baiknya langsung bertobat, kalo nggak merasa ya teruskan saja, kalo belum ya jangan sampai yaa……

Padahal Gusti Allah yang Maha Pemurah ini sudah membagi-bagi tugasnya, baik kepada manusia, hewan, tumbuhan dan makhluk ciptaanNya lainnya……tetapi yang paling kreatif adalah manusia, karena memang citraNya, cuma dalam kehidupan sehari-hari memang dapat kita lihat, rasakan dan dengar, bahwa biasanya ….. Bos biasa saja, kalem, santai, baik, lembut, dermawan, yang luar biasa itu biasanya adalah ajudannya, sesprinya, temannya, sahabatnya, saudaranya dan nya, nya yang lain…….kebanyakan seperti itu, dan manusia model seperti inilah yang kita harus maklumi……kenapa  ??? karena mereka sendiri sebenarnya manusia yang tidaklah mempunyai kebanggaan terhadap dirinya, yang di maklumi apanya ? kekurang pahamannya………ini sesuatu yang lucu karena berbanding terbalik, nah coba kita lihat yaa……yang punya kekuasaan, harta dll adalah orang lain, naaah untuk apa kita yang memproklamirkan ? untuk apa kita yang sibuk ngitungin ? untuk apa kita yang sibuk menjabarkan, untuk apa kita yang sibuk ngurusin ini dan itu ? sampai-sampai kita menjadi orang paling sibuk yang mempromosikan, kita yang sombong, kita yang pelit, kita yang seolah mau terlihat, kita yang paling sibuk tak menentu………iyaa kaaan ??? itu semua kadang tidak kita sadari, karena kita hampir selalu  lupa melihat kedalam diri ………………….senangnya mengkritik, membuka pintu dan jendela dan memandang keluar dan mengomentarinya……karena begitu kita membalikkan badan kita, baru kita sadar, ternyata di dalam rumah kita sendiri belum di sapu, belum di pel, belum rapi dan masih berantakan, karena kita menutupi kelemahan atau kesalahan kita dengan membuka kelemahan dan kesalahan orang lain……….seolah-olah nanti malaikat pada waktu kita meninggal kita akan di tanya tentang sekeliling kita ……kira-kira begitu …….

Coba sekarang kita renungkan………………………….

Apakah kita sadar, bahwa kita kadang kala sudah mengambil apa yang menjadi wewenang dati Sang Maha Sempurna, seolah kita karena kepongahan kita, mau bersaing tanpa sadar dengan Sang Maha Pencipta….??? masih mending merasa jadi wakilnya, kadang saya melihat kok sepertinya tempat Tuhan kok di ambil yaaa……nanti kalo semua pekerjaan dan kewenangan Tuhan sudah diambil semua malah repot lhooo……sama seperti kita, kalo nggak ada kerjaan akhirnya jadi keluar pikiran-pikiran iseng……naaaaaahhh …bayangkan kalo Tuhan itu timbul isengnya ?!?!!?! ya yang salah kitakaaan…..( jangan dianggap serius yaa ) itu semuanya perumpamaan saja, naah ….cobalah sekarang kita membiasakan fokus pada diri kita sendiri dulu pada kali pertama, dan mencoba memahami dan mengerti segala yang terjadi pada sekeliling kita pada waktu selanjutnya…….karena hanya dengan hidup seperti ini kita dapat melihat, mendengar dan merasakan sesuatu  begitu indah di balik keburukannya, begitu lembut di balik kekerasannya, begitu nikmat di balik kepahitannya…..bukankah samudera dengan ombaknya yang ganas tetap tersembunyi ketenangan di dalamnya, mutiarapun tetap tumbuh di dasarnya, bahkan ikan dan makhluk hidup lainnya tetap bisa hidup dengan tenang di dalamnya, bahkan berapa banyak sampah, limbah dan apapun yang masuk kedasar samudera tetap di terimanya tanpa keluhan dan justru di olahnya menjadi sesuatu yang lain yang lebih berguna bagi kita semua.

Tetaplah menjadi manusia…….jangan kita lupa terhadap kodrat kita bahwa kita di bolak balikpun tetap manusia, yang tidak ” Maha ” ………. dan jangan coba mengambil ” Maha ” itu dari padaNya, karena tidak akan bisa kita memanggulnya…..kita sebagi manusia sudah di berikan kecukupan, bahkan kelebihan, maka jangan kita melebih-lebihkan ….

Tetaplah menjadi CitraNya……agar terlihat bahwa Gusti Sang Maha segalanya ini adalah sebuah Kesejatian dan Kemurnian, yang di balut jasad semata-mata sebagai pangejawantahan Tuhan di dunia….

Tetaplah……karena ada beberapa di dunia ini yang tidak dapat di rubah, karena perubahan justru akan menghancurkan semuanya…..

Jakarta, 18 Juli 2016

pukul 13.55, Satmata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s